Sabtu, 01 Juli 2017

1-1

Semenjak blog ini begitu terbengkalai, saya mau nyoba-nyoba nulis cerita. Fiktif Belaka, Picisan tak bermakna.

***

Juli. Bulan ketujuh dalam kalender masehi. Layangan bertaburan, banyak tak terpikirkan. Angin mengalir bersahabat menghilangkan suasana kering. pelajar yang berlibur semester bersama keluarga. Senyum bahagia mereka yang bermain bertaburan dimana-mana. Ini mungkin bulan yang kau sukai bukan?

Jelas Aku juga menyukainya. Lebih tepatnya, seseorang dengan nama yang yang sama. Teman kerjaku, dan aku benar-benar menyukainya.



Senin, 21 September 2015

Hik Solo

September ini saya di solo. Beberapa hari ini keluar malam saya semakin sering, tujuannya pasti hik (*sebutan angkringan di kota solo, bentuknya seperti gerobak sate pkl kaki lima, menjual berbagai makanan dan gorengan, umumnya masing-masing hik memiliki teh yang rasanya khas masing-masing, juga memiliki tempat lesehan untuk bercengkrama). Malam ini saya mampir ke hik depan radar solo, sudah ada bapak-bapak dan mas-mas yang lagi ngobrol ngalur ngidul.

Biasanya, selalu sih, saya pasti duduk sambil nguping pembicaraan sambil pesen teh panas dan ngambil beberapa gorengan. Biasanya pasti beberapa orang menyapa sambil memulai pembicaraan, kenal gak kenal kalo pas cocok pembicaraan jadi agak menyenangkan. Bisa di bilang situasi kaya gini bukan hanya keramahan kota solo, tapi sudah menjadi budaya, bahkan beberapa orang sengaja cuman nongkrong nyari temen ngobrol menghabiskan waktu bersantai.

Entah bapak siapa namanya, orangnya lumayan ramah. sambil nyruput teh hp yang di bawanya memutar tembang lawas.

"lah pak lagu apa itu" kata saya
bapaknya cuman senyum terus bilang "tembang lawasan mas, rekaman".
itu lagu tembang entah 80 an kali,jarang terdengar di kuping tapi menyenangkan.

Setelah itu bapak yang satunya masih agak muda sedikit bilang
"lah iki bapak e sing dagang gek teko, piro pak due ku teh 3 gorengan 2 rokok 2"
"limang ewu"
"tenan gak kwi aku teh telu lho"
"eh sek, oh iya 6000"
"hahahaha, terimo rugi jan pedagang. iki pak tambah kacang loro"

Hahaha percakapan absurd,saya cuman diem sambil senyum.beberapa waktu kemudian ketika saya udah mau bayar makan.

bapak yang tadi bayar bilang.
"pak duweku kabeh piro?"
"lah kan uwis bayar"
"urung to, aku iling og"
"uwes mau tambah kacang 2"
"opo iyo to? urung ketok e?"

apa-apaan ini sepertinya pikun sekali hahahaha, jelas-jelas tadi sudah bayar pak. haduh.

Yah dilain sisi solo makin berseri dan bersolek, ruas-ruas jalan utama sekarang makin banyak trotoar, tama-taman kecil dan tempat bersantai. alasan utama solo berbeda dri tempat lain yang saya kunjungi bukan karena solo lebih bagusatau indah dari yang lainnya ya tapi karena ketenangan bathin kalau jalan, atau bersantai.

Makin banyak kafe konsep juga di solo, walaupun begitu hik lebih ke pilihan untuk jagongan (*bahasa jawa untuk ngobrol gak jelas). untuk foto2 sih emang  bagusnya di kafe aja karena lebih keliatan eklusif, cuman kalo boat nenangin fikiran, ngobrol dan beberapa celoteh untuk mencari ide baru, hik pilihan yang tepat.

Mari jalan ke solo,
Beberapa hari lagi akhirnya saya balik ke batam lagi T.T
Oh iya kemarin sempetmampir ke Solo International performing Art sama Umbrela fest
Bye-bye sedikit tulisan setelah sekian lama

Sabtu, 04 April 2015

Nyanyian angin, Tentang kota dan masa kecil saya

"hoi-hoi angin lambong, hoi-hoi angin labong, hoi-hoi angin lambong, lambongkan lah pesawat di atas geteng"

Itu adalah bait-bait mantra yang kau temukan dikota kami, keluar dari mulut seorang anak kecil (saya dan teman-teman waktu itu). Fungsinya memang sedikit aneh, digunakan ketika benda2 seperti layangan dan pesawat-pesawatan kertas menyangkut diatas genting. mengucapkannya bersama-sama sampai angin menjatuhkannya.

Dulu, di daerah pontianak, rumah penduduk disana rata-rata gentingnya tak terlalu tinggi, termasuk perumahan kami. Jadi nyangutnya layangan atau benda lain yang diterbangkan ke genting maupun pohon adalah hal wajar, menunggunya jatuh dengan nyanyian angin adalah hal yang menyenangkan, apa lagi angin di sana terkenal tak tahu arah, kadang melambung ke kanan, kadang kekiri, cepat sekali berubah

***
Kalau musim angin biasanya hari selalu cerah, apa lagi sorenya, kadang saja tau-tau awan mendung datang. Tetap saja sore nanti, ramai anak2, kawan2 gang, atau teman-teman tetangga berkumpul di lapangan.

Aku suka kalau hari begini terus, penuh kawan-kawan, penuh layangan, penuh kesenangan, apa lagi sebagai penutup hari angin seperti membelai, awan tipis seperti asap rokok, warnanya seperti gambar crayon nur, orange, biru, kuning,ungu, indah sekali. Seandainya bisa, ingin juga sepanjang hari seperti ini saja ya.

Jam tiga memang masih panas, tapi kalau berhenti di bawah bayang-bayang rumah, angin pelan yang berhembus terasa sejuk. Sedikit demi sedikit melambungkan layangan buatan tangan.....

"Sedikit tulisan tentang kerinduan di masa kecil, terakhir kali aku kembali kesana, tak ada lagi yang seperti itu. Ps dan rental game menjalar. Ah apakah kesenangan itu sudah hilang, semoga saja tidak dan aku ingin kembali merasakannya."

Selasa, 31 Maret 2015

Saya Berbicara Personal Branding

"Menarik klien dengan Personal Branding"

Pas awal-awalnya saya masih belia dalam dunia kreatif, saya masih semangat-semangatnya ngikut sama yang namanya kegiatan komunitas, ataupun kumpul-kumpul temen sehobi juga. Awal saya mengenal branding saat itu masih awam sekali, pembahasan lebih lanjut pun masih sering terlontar ke perkara "personal branding".

Jaman itu, sampai saat ini juga maksud saya, bom bardir jejaring sosial masih kuat. Media mainstream tergeser fungsinya sedikit tergantikan samalaman facebook dan instagram, mempermudah para artist lokal menyebarkan karyanya secara sporadis dan militan, meraup fans sebanyak-banyaknya dari teman keteman dari link ke link. Al hasil sampai saat ini bahkan masih banyak yang bertahan dan mulai dikenal banyak orang.

Perlukah Personal Branding bagi seorang Artist?
Saya tidak yakin sepenting apa membangun personal branding bagi Artist lain, bagi saya itu adalah segalanya.

Banyak artist dengan kemampuan dan skill yang bagus harus jatuh, karena mereka tidak pernah bertemu dengan klien yang seharusnya, sebagian dari mereka yang mengakui kelemahan sebagai pemasar sudah pasti akan menyewa orang lain untuk
 menjualkan karyanya. 

Apa itu personal branding
Bagi kita yang di berikan nama sejak lahir, nama sebenarnya hanyalah julukan yang diberikan seseorang untuk mengidentifikasi. Sedangkan branding lebih tepatnya sebagai apa kita ingin di lihat, sebagai apa produk ingin di lihat, sebagai apa sesuatu ingin di kenal.

Personal branding di kalangan teman-teman saya kebanyakan bertujuan untuk menggaet calon klien, dengan memamerkan berbagai macam karya yang pernah mereka buat, di berbagai jejaring sosial, blog maupun devianart. Memperbanyak kenalan dan secara tidak langsung menanamkan nilai pada orang yang secara sengaja maupun tidak sengaja bertemu untuk percaya dengan kemampuan yang di milikinya.

Secara umum seperti itulah personal branding.

Mengarahkan Minat
Dengan banyaknya sampah informasi berhamburan di internet, bisa saja karya yang kita pajang hanya menjadi sebagian sampah data.

Jika kita menggunakan prinsip marketing yang baik, seharusnya kita menyediakan tempat tersendiri untuk feedback penikmat, membuat mereka dengan sukarela merekomendasikan karya kita pada teman-temannya yang lain

Setidaknya, "eh udah baca komik ini belum coba aja like fans pagenya di fb atau follow instagramnya".

Arahkan satu minat mereka ke satu tempat yang mudahh, dengan menggunakan akun instagram atau fasn page fb. dengan begitu kita setidaknya sudah mengikat sebagian minat mereka membesarkan branding anda.

Tips dan trik membangun Base jaringan dan branding 

1. Pergunakan sebaik-baiknya fanspage fb dan instagram sebagai ajang pamer karya, dua akun ini sangat berpengaruh, sedangkan blog dan deviantart sebagai situs minor saja.
2. Usahakan jangan memposting hal alai di fb pribadi kecuali itu untuk senda gurau.
3. Share lah tulisan tetang bidang yang digeluti, tips trik, pengalaman etc, (walaupun bukan milik sendiri) 
4. Selalu sisipkan halaman portofolio diblog.
5. Dengan yakin katakanlah siapa diri kita (about me), selalu sisipkan kontak yang bisa di hubungi.
Contoh
 "saya adalah jais seorang artis kelahiran pontianak, saat ini saya bekerja sebagai animator dan di waktu senggang menerima projek freelance untuk desain logo dan ilustrasi kaos. Beberapa hasil karya saya bisa di lihat di halaman portofolio, terima kasih telah berkunjung apabila ingin bertegur sapa dan memerlukan jasa saya silahkan hubungi XXXXXX"



Selasa, 17 Maret 2015

Sebuah Pos tentang Anugrah

Tidak semua orang diberikan anugrah sejak lahir, tapi kita semua bisa mengusahakannya

Saya sempat baca buku, tapi lupa buku apa, yang saya ingat kutipan yang diatas itu.Banyak yang mempermasalahkan keceradasan, termasuk saya dulunya. Semua insan tercipta sama, secara normal terlahir lengkap dengan kedua tangan, kaki, otak yang sempurna. ya itu normalnya, sebagian lagi saya bilang diberikan anugrah kecerdasan yang istimewa.

Berbicara masalah anugrah, maksud saya itu ya bawaan lahir,yang kadarnya sudah pasti gak bakalan bisa diutak atik lagi, seperti kecerdasan, lebih tepatnya bukan porsi otaknya yang lebih banyak, tetapi kemampuan neuron otaknya lebih cepat dari rata-rata manusia biasanya, kemampuan memilih warna (khusunya bagi wanita, memiliki kelebih nuntuk banyak membedakan warna" searcing aja do google kalo mau"), kemampuan menangkap nada, kemampuan merekam moment dan memvisualisasikan imajinasi.

Kemudian ada lagi anugrah tubuh yang lebih besar, suara yang dari sananya sudah merdu, atau ketampanan dan kecantikan yang luarbiasa. Itu sungguh anugrah, Kalo mau di asah sesuai kemampuannya, pasti skilnya mendewa. Itu pasti.

Temen saya si penyanyi

Saya sempat ya berbincang-bincang sama salah satu personel band indie, lebih tepatnya kawan main sih. Kadang karena tampang yang gak seberapa bagusnya, suara yang tak ada unik-uniknya, banyak penolakan dari temen. Bahkan sangat suram sekali bisa masuk jalur mainstream untuk recording lagu. "katanya dia" banyak akal-akalan kalo gak mau nyerah.

"Kalo gak bisa nyanyi pake suara bagus, coba aja buat lagu yang pas sama suara kita" petuahnya sih begitu, setelah bertahan lama, saya denger-denger sih ini tahun kelimanya band itu, sekarang malah tambah eksis, dan mulai dikenal. Dasarnya emang orangnya kreatif, pemasaran mamnggung pun gak pake cara biasa dan sempat rekaman pake dana indie.

"di situlah anugrah dari kemauan"

Temen saya si ilustration artist

Awalnya saya cuman kenal dari fb, setelah lulusan sma masih ngambang mau ngapa-ngapain saya banyak ikut kegiatan komunitas di solo. Lah kebetulan dari sana saya bertemu banyak temen. Ada orang yang bener-bener saya kagumi, inisialnya A saja :D.

Anak dkv salah satu perguruan tinggi di solo, "mas mbak, tidak semua orang yang kuliah di dkv itu bisa ngambar" kadang hanya ada yang memang senang saja sama yang namanya menggambar tapi anatominya bahkan garisnya sangat kacau sekali.

Lah ini mungkin kebetulan, untung saja hidup dijaman sekarang, dan dia ngambilnya jurusan desain grafis pula. Konsep sia A ini sangat matang sekali,walau gambarannya agak kacau, kalo di perbaiki sedikit di program pengolahan grafis seperti Coreldraw dan Ai. Serta mau  bereksperimen dengan warna hasilnya jadi luar biasa. Sekarang dia jadi ilustrator lebih tepatnya vektor artist. Dan sudah dikenal sampai manca negara.

"Disitulah anugrah dari ketekunan"


Mungkin saja bagi mereka yang telah diberikan anugrah harusnya bisa berbangga diri sudah selangkah lebih maju dari yang lainnya. Mampu dengan cepat menangkap moment dan membangun imajinasi yang utuh pasti sangat berharga bagi seniman 2D tapi bagi mereka yang biasa saja, masih banyak kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dengan membangun konsep secara perlahan.

Bagi mereka yang suaranya bagus ataupun rupawan, mungkin saja itu modal awal yang bagus untuk memulai di industri tarik suara.

Di luar itu semua, anugrah manusia semuanya sama. Dapat diusahakan, dengan meningkatkan jam terbang maupun mnyisakan waktu luang untuk mengasah kemampuan. Serta eksekusi yang bagus, mengerti kemauan penikmat karya kita, bahkan kadang orang yang diberi anugrah bagus pun tersandung oleh penikmat. Anugrah bawaannya tak mampu menarik hati mereka.

Akhirnya sampai di sini dulu, sebuah artikel yang saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Agar lebih mau berjuang menciptakan karya yang bagus yang kadang juga malu pada skill gambar yang tak seberapa. Semoga saya juga jadi lebih tekun, dan berni meluangkan waktu lebih dari orang-orang disekitar saya yang memang sudah hebat dari sananya.