Senin, 21 September 2015

Hik Solo

September ini saya di solo. Beberapa hari ini keluar malam saya semakin sering, tujuannya pasti hik (*sebutan angkringan di kota solo, bentuknya seperti gerobak sate pkl kaki lima, menjual berbagai makanan dan gorengan, umumnya masing-masing hik memiliki teh yang rasanya khas masing-masing, juga memiliki tempat lesehan untuk bercengkrama). Malam ini saya mampir ke hik depan radar solo, sudah ada bapak-bapak dan mas-mas yang lagi ngobrol ngalur ngidul.

Biasanya, selalu sih, saya pasti duduk sambil nguping pembicaraan sambil pesen teh panas dan ngambil beberapa gorengan. Biasanya pasti beberapa orang menyapa sambil memulai pembicaraan, kenal gak kenal kalo pas cocok pembicaraan jadi agak menyenangkan. Bisa di bilang situasi kaya gini bukan hanya keramahan kota solo, tapi sudah menjadi budaya, bahkan beberapa orang sengaja cuman nongkrong nyari temen ngobrol menghabiskan waktu bersantai.

Entah bapak siapa namanya, orangnya lumayan ramah. sambil nyruput teh hp yang di bawanya memutar tembang lawas.

"lah pak lagu apa itu" kata saya
bapaknya cuman senyum terus bilang "tembang lawasan mas, rekaman".
itu lagu tembang entah 80 an kali,jarang terdengar di kuping tapi menyenangkan.

Setelah itu bapak yang satunya masih agak muda sedikit bilang
"lah iki bapak e sing dagang gek teko, piro pak due ku teh 3 gorengan 2 rokok 2"
"limang ewu"
"tenan gak kwi aku teh telu lho"
"eh sek, oh iya 6000"
"hahahaha, terimo rugi jan pedagang. iki pak tambah kacang loro"

Hahaha percakapan absurd,saya cuman diem sambil senyum.beberapa waktu kemudian ketika saya udah mau bayar makan.

bapak yang tadi bayar bilang.
"pak duweku kabeh piro?"
"lah kan uwis bayar"
"urung to, aku iling og"
"uwes mau tambah kacang 2"
"opo iyo to? urung ketok e?"

apa-apaan ini sepertinya pikun sekali hahahaha, jelas-jelas tadi sudah bayar pak. haduh.

Yah dilain sisi solo makin berseri dan bersolek, ruas-ruas jalan utama sekarang makin banyak trotoar, tama-taman kecil dan tempat bersantai. alasan utama solo berbeda dri tempat lain yang saya kunjungi bukan karena solo lebih bagusatau indah dari yang lainnya ya tapi karena ketenangan bathin kalau jalan, atau bersantai.

Makin banyak kafe konsep juga di solo, walaupun begitu hik lebih ke pilihan untuk jagongan (*bahasa jawa untuk ngobrol gak jelas). untuk foto2 sih emang  bagusnya di kafe aja karena lebih keliatan eklusif, cuman kalo boat nenangin fikiran, ngobrol dan beberapa celoteh untuk mencari ide baru, hik pilihan yang tepat.

Mari jalan ke solo,
Beberapa hari lagi akhirnya saya balik ke batam lagi T.T
Oh iya kemarin sempetmampir ke Solo International performing Art sama Umbrela fest
Bye-bye sedikit tulisan setelah sekian lama

2 komentar:

  1. enak tenan nongkrong di hik,sambil ngobrol santai.. kebiasaan orang solo hehehe

    kunjungi balik ya :)
    media2give.com

    BalasHapus
  2. ah... kangen ng-hik jadinya.

    hik itu kalo gak salah singkatan dari hidangan istimewa kampung

    BalasHapus